Press "Enter" to skip to content

Sudah saatnya Kamra Diperlukan lagi

Lilik Riyadi 0

Melihat kondisi keamanan saat sekarang ini di Indonesia khususnya Kota Medan, dinilai sudah sangat tidak aman lagi. Bagaimana tidak, masyarakat yang bekeluaran rumah untuk melakukan aktifitas sehari-hari mesti harus ekstra hati-hati.

Hampir disetiap hari, kita mendapat informasi baik dari media Cetak dan media elektronik, kejadian kriminal hampir diseluruh penjuru kota Medan, seperti pencurian, penjambretan,perampokan, dan pemerkosaan yang berujung menelan korban jiwa.

Tingginya angka kriminalitas ini, kita menilainya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya, kurangnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan angka pengangguran kian terus bertambah dan tidak ada jalan solusi dari pemerintah untuk menguranginya.

Selain itu, penggunaan narkoba juga terus meningkat yang akhirnya dampak dari itu, para pengguna acap sekali melakukan tindakan kriminal agar kebutuhan narkobanya terpenui.

Apalagi berdasarkan hasil penelitian dari Indonesia Research Centre (IRC) tahun 2013 sampai 2016, warga yang merasa tidak aman lebih tinggi. Sebab, sesuai hasil polling, skor yang diperoleh minus 3,2 persen atau setara dengan 51,6 persen banding 48,4 persen.

Selama periode 2013-2015 mengalami naik-turun. Jumlah orang yang beresiko terkena tindak kejahatan (crime rate) setiap 100 ribu penduduk diperkirakan sebanyak 140 orang pada 2013, sebanyak 131 orang pada 2014, dan 140 orang pada 2015. Namun demikian, jumlah penduduk yang menjadi korban kejahatan terus meningkat. Setelah pada 2013 tercatat 2,43 juta orang, meningkat menjadi sekitar 2,66 juta orang di tahun 2014 dan menjadi sekitar 2,64 juta orang di tahun 2015.

Agar kota yang kita cintai tetap selalu aman dan nyaman, mungkin kita masih ingat namanya Kamra (Keamanan Rakyat) yang perna ada pada tahun 1999 pasca reformasi. Dimana kondisi saat itu, keadaan di Indonesia masih belum stabil.

Banyaknya kekerasan di setiap sudut tanah air, di tahun 1999 pada saat itu. Personil polisi yang tersedia dirasa kurang memadahi sehingga dibentuk satuan pengamanan tambahan yang bernama Kamra atau Keamanan Rakyat.

Pada saat itu, Kamra statusnya memang dibawah kepolisian, bertugas bersama polisi di setiap sektor. Sehari-hari melaksanakan tugas bersama para anggota polisi.

Kamra dibentuk 18 Februari 1999, berdasar kepada Undang-undang No. 20/1982 mengenai Pokok-Pokok Keamanan dan Pertahanan Negara, yang mengakui hak setiap warga negara untuk membela negara.

Kamra ini orang-orang terlatih lho, bukan sembarangan rekrut. Mereka mendapat pendidikan dasar-dasar bela negara dan bela diri di Sekolah Polisi Negara (SPN) selama tiga minggu.

Ketika bertugas kamra hanya dibekali pentungan kayu dan belati, karena tugas pokoknya hanya membantu polisi mengamankan kondisi dan mejaga ketertiban umum bukan menindak kejahatan. Seragamnya warna abu-abu,dengan tulisan kamra disisi kiri dan nama personel di sisi kanan. Tidak lupa logo polda wilayah tugas.

Sekali kita berharap, agar terciptanya rasa aman dan nyaman warga masyarakat, saya mengusulkan sudah saatnya Kamra ada lagi ditengah-tengah kita.

Jika Tulisan ini bermanfaat, silakan dibagi ke teman anda..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *