Press "Enter" to skip to content

Kenali Calon Pemimpin Hidung Belang Dari Sekarang..!

Lilik Riyadi 0

Tanpa terasa tahun depan kita masyarakat Sumatera Utara akan melaksanakan pemilihan Gubernur. Menurut perkiraan, pemilihan Gubernur Sumatera Utara akan diadakan pada bulan Juni 2018.

Ada yang unik dari pemilihan Gubernur Sumatera Utara ini. Dua orang Gubernur sebelumnya masuk penjara gara-gara tersandung kasus korupsi. Sebagai masyarakat Sumatera Utara tentunya kita merasa malu. Ini artinya tingkat korupsi didaerah kita terbilang sangat tinggi.

Selain itu kondisi Sumatera Utara saat ini juga sangat memperihatinkan. Jumlah pengguna narkoba yang terus meningkat, Tingkat kejahatan dijalan dan begal semakin merajalela serta kondisi jalan yang kupak-kapik, rasanya sudah sangat meresahkan kita semua sebagai warga Sumut.

Sebagai bagian dari masyarakat Sumut, tentunya kita tidak ingin hal ini terus berlanjut. Oleh karena itu sebaiknya pada moment pemilihan gubernur Sumatera Utara tahun depan kita lebih cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan sampai kita terkena tipu daya oleh calon pemimpin yang “hidung belang”.

Istilah Hidung Belang yang saya maksudkan disini adalah calon pemimpin yang penuh dengan rayuan gombal serta jani-janji palsu tapi tidak pernah ditepati. Tipe calon pemimpin seperti ini biasanya akan mulai bermunculan disaat-saat menjelang pilkada seperti sekarang ini.

Calon pemimpin hidung belang ini memiliki ciri-ciri khusus. Ciri yang paling menonjol adalah mereka akan menunjukkan kepedulian dan kebaikannya disaat-saat menjelang pilkada. Bahkan mereka tak segan-segan menggunakan media massa untuk meng-expose aksi kepedulian palsunya.

Ciri berikutnya yang terlihat menonjol dari calon pemimpin hidung belang adalah mereka lebih cenderung mengunjungi pelosok-pelosok daerah untuk menjerat mangsanya. Karena dipelosok daerah dengan tingkat pendidikan masyarakatnya yang rendah akan lebih mudah terkena tipu dayanya.

Selain itu, biasanya masyarakat dipelosok juga memiliki tingkat ekonomi yang kurang mencukupi. Sehingga dengan merogoh sedikit biaya dengan istilah ‘bantuan kepedulian’, calon pemimpin hidung belang akan dianggap bak pahlawan.

Calon pemimpin hidung belang juga lebih sering menampilkan dirinya ke masyarakat secara sendiri-sendiri. Baik melalui media massa ataupun terjun langsung ke masyarakat. Padahal, jika memang calon pemimpin itu tulus ingin merubah kondisi Sumut menjadi lebih baik, seharusnya mereka tidak takut untuk duduk bersama dengan calon-calon lainnya untuk berdiskusi mencari solusi terbaik dari masalah-masalah yang dihadapi.

Sebuah rasa kepedulian yang tulus tidak akan menahan seorang calon pemimpin untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan orang lain. Tapi rasa kepedulian yang tulus akan mendorong seorang calon pemimpin untuk mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan yang dihadapi meskipun dia tidak terpilih menjadi nomor satu.

Mari sama-sama kita kenali calon pemimpin hidung belang dari sekarang…

 

Sumber gambar : Undangan dialog publik peduli sumut top metro

Jika Tulisan ini bermanfaat, silakan dibagi ke teman anda..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *